Wisata penyu

penyu hijau kepulauan pasoso                                            foto  kompasian

Bagi anda pecinta olah raga diving maupun snorkling,tentunya sudah tidak asing lagi dengan penyu hijau atau dalam bahasa latinnya Chelonia mydas. Kepulauan pasoso merupakan rumah bagi kawanan penyu ini. Keberadaan mereka begitu dijaga disini,jadi tak heran di pulau pasoso kita akan sering menjumpai hewan pamakan rumput laut ini sesekali menyembulkan kepalanya di permukaan air. Untuk melihat langsung hewan satu ini juga tergantung musin bertelur. Kebanyakan dari tamu domestik maupun manca negara yang ingin mengunjungi kepulauan pasoso pada saat musim bertelurnya si penyu Hijau ini. Wisata penyu

Penyu laut adalah hewan yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bawah permukaan laut. Jika musim bertelur induk-induk betina penyu hijau ini melakukan pendaratan untuk meletakan telur-telurnya dan menguburnya di dalam pasir. Satu ekor induk penyu betina dapat melepaskan telur-telurnya sebanyak 60 sampai 150 butir, dan secara alami tanpa adanya perburuan oleh manusia dan predator lainnya seperti tikus, ular, burung dan, hanya sekitar 11 ekor anak yang berhasil sampai kelaut kembali untuk berenang bebas untuk tumbuh dewasa. Dari 1.000 anak penyu atau tukik yang lahir, rata-rata hanya satu yang bisa hidup sampai dewasa. Beberapa peneliti pernah melaporkan bahwa presentase penetasan telur hewan ini secara alami hanya sekitar 50 persen. Jadi dapat di bayangkan jika terus dilakukan perburuan keberadaan si penyu-penyu ini dapat terancam punah.

Di Sulawesi Tengah, kepulauan pasoso menjadi rumah terakhir bagi penyu-penyu ini, untuk menjaga kelangsungan penyu tersebut , beruntung di pulau ini memiliki seorang keluarga yang begitu peduli dengan ekositem penyu ini, pak Ahmad,itulah namanya. Wisata penyu

Di Pulau Pasoso pak Ahmad setia mejaga pulau ini dari buruan nelayan baik menangkap penyu maupun berburu telur penyu. Luas Pulau pasoso hanya 63 hektar. Di pulau ini banyak hole atau lengkung pantai yang dijadikan tempat pendaratan penyu hijau untuk bertelur. Wisata penyu

One thought on “Wisata penyu

  • Agustus 28, 2016 at 9:29 am
    Permalink

    Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *